fbpx
Yawme

5 Kiat Melatih Anak Berpuasa

Bagikan Kebaikan:

Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan Ramadan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim dan hanya datang sekali dalam setahun. Bulan dimana rahmat Allah melimpah di dalamnya. Selama bulan Ramadan, kita diwajibkan untuk berpuasa selama setiap hari. Meskipun wajibnya puasa hanya dibebankan ke muslim yang sudah baligh, kita juga harus melatih si kecil untuk berpuasa agar sudah terbiasa ketika waktu balighnya tiba.

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz; dia berkata, “Rasulullah mengutus untuk mengumumkan pada pagi hari asyura’ di wilayah kaum Anshar yang berada di sekitar kota Madinah. ‘Barang siapa yang pagi hari ini berpuasa, hendaklah menyelesaikannya. Barang siapa yang tidak berpuasa (sudah sarapan), hendaknya menahan (makan dan minum) sampai selesai.’

Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa dan mengajak anak-anak untuk melaksanakan puasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit (wol). Jika mereka menangis karena lapar, kami menyodorkan mainan sampai waktu berbuka puasa tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

’Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang yang mabuk-mabukan pada siang hari bulan Ramadhan, ‘Celaka kamu! Anak-anak kami yang masih kecil saja berpuasa!‘ Kemudian beliau memukulnya.” (Shahih Al-Bukhari, bab “Shaum Ash-Shibyan”, no. 1690)

Baca Juga:  Ini Balasan Cintaku, Ibu, Ayah

Kasihan, kan dia masih kecil?

Setiap anak dikaruniai kemampuan jasmani dan rohani yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua harus tau kesiapan anak untuk dilatih berpuasa. Nggak menutup kemungkinan bahwa anak umur 3 tahun ternyata sudah kuat puasa, lho! Sebaliknya, boleh jadi ada anak 6 tahun yang hanya kuat setengah hari. Kalau orang tua sukses dalam melatih si kecil, tentunya nggak perlu khawatir dengan komentar; “Anaknya udah disuruh puasa? Kasihan, kan dia masih kecil?”

Beri mereka penghibur hati

Generasi terdahulu membuatkan mainan untuk penghibur si kecil ketika puasa. Orang tua lebih tahu kesukaan anak, maka dari itu sesuaikan dengan keadaan. Kalau si kecil suka dibacakan cerita, orang tua harus selalu sigap untuk meluangkan waktunya. Eits, tapi penghibur untuk anak tetap harus terikat dengan syariat Allah ya!

Sahur & berbuka yang bernutrisi

Jangan takut si kecil akan kekurangan gizi ketika berlatih puasa. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan makan sahur dan berbuka yang selalu bergizi serta bernutrisi. Jangan hanya asal kenyang saja, tapi juga harus bergizi. Kalau perlu, berilah si kecil camilan yang sehat seperti buah atau bubur kacang hijau di malam hari. InsyaAllah, si kecil akan bertambah bugar!

Baca Juga:  Ini Balasan Cintaku, Ibu, Ayah

Latih secara bertahap

Jangan terburu-buru! Berpuasa membutuhkan latihan fisik dan mental. Ajaklah si kecil untuk menemani orang tua berpuasa Senin-Kamis, bisa dimulai dengan puasa setengah hari terlebih dahulu. Lalu, jangan lupa selalu berikan si kecil motivasi tentang manfaat yang didapat ketika puasa, seperti “Allah sayang orang Islam yang berpuasa,”. Kemudian, sajikan makanan kesukaan anak sebagai menu berbuka untuknya!

Beri apresiasi

Orang tua nggak boleh lupa untuk selalu menghargai sekecil apapun usaha anak. Bisa dengan ucapan, dengan kado sederhana, atau dengan mengajak anak untuk rekreasi ke tempat yang disukainya. Eits, tapi jangan sampai ‘iming-iming’ kado ini jadi motivasi utama anak untuk berpuasa, ya!

Sebelum sampai bulan Ramadan, kesempatan untuk melatih si kecil masih terbuka lebar untuk para orang tua. Percaya deh, kalau orang tua berhasil melatih anak sebelum Ramadhan hingga lancar puasa saat Ramadhan, insyaAllah semua pihak senang, termasuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar