fbpx
Yawme

Hari Gini Masih Percaya Ramalan? Hati-hati!

Bagikan Kebaikan:

Yawmate, sering nggak sih kamu melihat tulisan-tulisan di media sosial yang kontennya ramalan? Apalagi yang disangkut-sangkutkan dengan bulan lahir kita. Siapa yang hari ini untung, siapa yang hari ini buntung. Parahnya lagi, masih banyak teman-teman kita yang percaya sama ramalan kayak gitu. Sebenarnya, gimana sih hukum memercayai ramalan dalam Islam?

Allah SWT berfirman pada QS Al-A’raf: 188,

Katakanlah (wahai Muhammad): Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Bisa Terjerumus Kekafiran

Rasulullah aja nggak tahu hal-hal gaib yang diketahui Allah, lalu kenapa manusia banyak yang meramal-sok-tahu tentang hal-hal yang gaib? Hati-hati ya, Yawmate, percaya kepada ramalan-ramalan seperti itu ternyata bisa menjerumuskan kita ke dalam kekufuran. Duh, serem ya?

Rasulullah SAW bersabda,

Baca Juga:  Kaki Kiri Dulu, Mates!

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada (Al-Qur’an) yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَّرَ أَوْ سُحِّرَ لَهُ

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya).

Nggak cuma mendatangi, sekadar percaya atau ikut meramaikan pun juga berdosa, lho! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

Barangsiapa mengambil ilmu perbintangan (seperti zodiak misalnya, pent), maka ia berarti telah mengambil salah satu cabang sihir, akan bertambah dan terus bertambah.” ( HR. Abu Dawud, Ibnu Majah , Ahmad).

Baca Juga:  Anti Jatuh Saat Bersepatu

Allah Maha Tahu Hal-hal Gaib

Kita semua harus yakin kalau Allah-lah satu-satunya yang mengetahui ilmu gaib, baik yang di langit maupun di bumi. Dan cuma Allah yang tau apa yang terjadi sama kita lima menit lagi, tiga jam lagi, besok hari, atau bahkan satu tahun lagi. Allah SWT berfirman pada QS. An-Naml ayat 65,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.

Nah, pandangan Islam tentang ramalan-ramalan ini jelas ada di Alquran dan hadits Rasul yang jelas keshahihannya. Lagi pula, siapa lagi yang berhak kita ikuti selain Allah dan Rasul-Nya? Mulai sekarang, jangan lagi percaya dengan ramalan-ramalan yang tidak jelas, ya!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar