fbpx
Yawme

Cara Cerdas Merencanakan Keuangan dengan Sistem 50:30:20

Bagikan Kebaikan:

Bagi sebagian orang, mengatur dan merencanakan keuangan mungkin jadi pekerjaannya sehari-hari.

Tapi gimana dengan kita yang ngga gitu concern mendalami soal finansial? Apalagi, kalo udah menyangkut dengan pengaruhnya ke keseharian, kayak kalkulasi pengeluaran pribadi tiap bulan? Over-budget, tabungan jadi sasaran, sampe pengiritan makanan di akhir bulan udah jadi hal yang tiap bulan pasti terjadi, kamu termasuk yang gini? 😂

Yuk mulai sehatkan finansial kita dengan perencanaan yang kita maksimalkan! Yawme punya beberapa tips yang bisa kamu coba nih, simpan ya ~~

1. Hitung Pemasukan Bersih.

Kalkulasi pemasukanmu yang sudah dikurangi alokasi dana pajak, BPJS dan alokasi dana kewajiban pajak lainnya, sehingga menjadi pemasukan-bersih. Kalkulasi pertama ini penting agar lingkup perhatian fokus ke pemasukan bersih.

Kalau kamu seorang wiraswasta, pemasukan bersihmu sama dengan pendapatan-kotor dikurangi dengan kebutuhan bisnis.

2. 50% untuk Kebutuhan Pokok.

Batasi kebutuhan pokokmu hingga porsi 50% dari pemasukan-bersih. Pengeluaran kebutuhan pokok adalah kebutuhan dasarmu perbulan seperti tempat tinggal, pendidikan, makan minum, listrik, cicilan, hutang, transpotasi dan alat-alat keperluan rumah.

Baca Juga:  Berinfaq ke Dua Masjid Berbeda #30KebaikanRamadhan

Tentunya, kita harus bedakan nih antara pengeluaran yang “dibutuhkan” dengan yang “diinginkan”. Gimana ngebedainnya?

“Kebutuhan” adalah segala sesuatu yang kamu gak bisa hidup tanpanya, seperti kebutuhan listrik dan obat, sedangkan “keinginan” bisa jadi bersifat keperluan tambahan yang pengaruhnya ga besar ke kebutuhan dasar kita sebagai manusia.

3. 30% untuk Kebutuhan Lifestyle

Batasi kebutuhan lifestyle atau “keinginan” hingga porsi 30%.

Seperti ziswaf (zakat/infaq/shadaqah/wakaf), hobi, internet, kursus skill baru, jajan, pakaian baru, dan hiburan. Meski dalam lingkup “keinginan”, prioritaskan dalam daftar ini yang pengaruh dan dampaknya nggak cuma di dunia tapi juga di akhirat seperti ziswaf ya Yawmates!

Pastikan kamu mengalokasikan dana 30% ini dengan sebaik-baiknya yang juga dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Memang agak tricky ya Yawmates, kamu bisa coba kurva prioritas untuk menentukan prioritas “kebutuhan lifestyle” ini, misalnya bikin parameter kurva prioritas seperti pengaruhnya di masa depan dan harga yang terjangkau. 

4. 20% untuk Masa Depan.

Sisa pemasukan bersih kita adalah tentang masa depan. Dana ini akan masuk dalam goals keuanganmu yang akan bermanfaat di masa depan nanti, seperti menabung dan berinvestasi. 

Baca Juga:  4 Penghambat Rezeki

Saat menentukan pembagian keuangan, perhatikan hal-hal berikut yang dapat membantumu mempertimbangkan pengeluaran :

  • Perhatikan dan catat pengeluaranmu dalam kategori, apakah kebutuhan pokok, atau lifestyle? Sisihkan sejak awal porsi untuk menabung dan investasi, sesuaikan dengan kebutuhan pokok dan lifestyle.
  • Bedakan “kebutuhan” dan “keinginan”
  • Otomatis-menabung. Jangan jadikan dana untuk menabung adalah “uang sisa”, sebisa mungkin sisihkan dari awal dana untuk menabung dari total pemasukan bulananmu.
  • Hindari berbelanja impulsif. Pernah ke mini market dengan niat cuma buat beli tisu, tapi pulangnya malah jadi habis puluhan ribu karena beli hal-hal yang mendadak? National Endowment for Financial Education menemukan bahwa 70% pembeli mengakui sering “belanja impulsif” di akhir bulan dan 70% nya menyesal di kemudian hari. Maka, catat keperluanmu, buat list sebelum berbelanja untuk menghindari belanja-belanja yang impulsif 🙊

Bagikan Kebaikan: