fbpx
Yawme

4 Penyebab Turunnya Produktivitas

Bagikan Kebaikan:

Nggak sekadar beribadah, ternyata Islam juga mengajarkan produktivitas sambil ibadah. Tetapi, sadar nggak sih kalau umat Islam sekarang sangat jauuuh dari produktivitas? Padahal, sejak zaman Rasulullah hingga Kekhalifahan Turki Utsmani, umat Islam menjadi umat yang paling tinggi peradabannya dan berkontribusi besar untuk dunia.

Hmm, terkadang sangat mudah untuk menyalahkan pihak luar atas ketidakproduktifan umat. Tapi, coba deh lihat dirimu sendiri. Apa jangan-jangan kamu juga termasuk ke dalam bagian umat yang nggak produktif? Ternyata, ada beberapa kesalahpahaman yang tertanam di dalam umat Islam sekarang. Penasaran?

Fokus ke akhirat, lupakan dunia!

 “Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permaian dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al An’am: 32)

 “Maka Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 148)

Nggak ada yang salah dengan hidup di dunia dan memberikan segala kemampuan untuk memakmurkan bumi, yang perlu di-highlight adalah kamu nggak boleh mencintai segala kenyamanan di dunia dan membuatnya lebih berharga daripada mencari ridha Allah. Dunia adalah ladang amal baik kita untuk akhirat. Amal baik itu nggak sebatas ibadah mahdhoh saja lho, bekerja untuk mencapai kebermanfaatan juga termasuk amal baik!

Baca Juga:  Bersih-bersih Rumah #30KebaikanRamadhan

Bayangkan, kalau dulu umat Islam nggak mikirin dunia, tentunya umat Islam nggak akan menciptakan peradaban yang sangat luar biasa.

Doa, doa, doa!

Mau ujian? Doa aja! Mau dapet kerjaan bagus? Doa lagi! Mau punya pasangan shalih/ah? Doa terus!

Apakah keajaiban akan datang kalau kita hanya berdoa? Nggak!

Ujian minggu depan? Belajar, dengarkan guru dengan baik, manfaatkan waktu untuk menuntut ilmu, sambil terus berdoa.

Mau kerja bagus? update CV-mu, perbaiki kemampuanmu, ikut seleksi, sambil terus berdoa.

Mau punya pasangan shalih/ah? Perbaiki dirimu, mendekatlah kepada Allah, minta kepada ustadz/ustadzah untuk mencarikan pasangan, sambil terus berdoa.

Kamu nggak boleh mengabaikan kekuatan doa, tetapi doa bukanlah pengganti kerja keras dan produktivitas. Apakah para rasul terdahulu hanya berdoa tapi nggak berusaha? Yakali~

Udah, sabar aja…

Sabar sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan kita semua tau gimana sabarnya Rasulullah dalam mendakwahi Islam di Mekkah. Dicaci, sabar. Nggak diterima dakwahnya, sabar. Tapi, pernah nggak sih beliau berhenti berusaha? Nggak pernah!

Baca Juga:  4 Mitos Tentang Produktivitas

Yang sering kita salah pahami adalah; bersabar, berhenti berusaha, dan menunggu waktu berlalu. Kalau saja Rasulullah SAW bersabar seperti itu, beliau nggak akan ninggalin Mekkah dan hanya duduk nungguin sampai penduduk Mekkah menerima Islam. Kalau begitu, gimana caranya Islam bisa jaya?

Sambil bersabar, kamu harus tetap memperbaiki kondisi, lebih produktif, dan menghasilkan yang lebih baik.

Takdirnya memang begini kok!

Nah, ini nih yang bahaya. Menganggap segala kebaikan dan keburukan diri adalah ketetapan Allah yang nggak bisa diubah itu ternyata salah. Tetapi, kamu harus yakin kalau Allah Maha Tahu apa yang kamu kerjakan di masa lalu, masa kini, dan masa depan, baik yang ditampakkan maupun tidak.

Meskipun Allah sudah memberikan kita aturan hidup, mau mengikuti atau tidak adalah pilihan kita sendiri. Allah menguji manusia di Bumi; dalam memilih jalan hidup, apakah kita berpegang teguh pada aturan Allah atau pada hawa nafsu kita?

Kalau sekarang kamu merasa malas, itu bukan karena Allah menakdirkanmu sebagai orang yang malas, tapi kamu sendiri yang memilih untuk malas. Lalu apa? Yuk, berubah!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar