fbpx
Yawme

4 Cara Menghindari Ghibah Demi Produktivitas

Bagikan Kebaikan:

Siang hari di kelas, terlihat dua orang mahasiswi sedang mengerjakan tugas bersama. Mereka adalah Yauma, yang sedang sibuk dengan kalkulatornya, dan Ami, yang asyik dengan smartphone-nya.

“Eh, kamu tau nggak? Kemarin si Miya ngepost nggak faedah banget!” ujar Ami sambil mengulurkan ponselnya. Yauma tak bergeming.

“Ih! Kamu beneran nggak mau lihat apa? Ini lho, nggak mutu banget!” Merasa diabaikan, Ami terus membujuknya. Hingga Yauma meletakkan kalkulatornya dan menoleh ke jilbab merah.

“Mana?” Yaah, tergoda juga dia!

Yawmates, apakah kamu pernah ada di posisi Yauma? Lagi fokus-fokusnya ngerjain tugas, tiba-tiba diganggu sama teman sendiri. Apalagi, diajak ngobrolin hal-hal yang sama sekali nggak ada gunanya. Tidak hanya itu, mungkin kamu pernah sedang mengerjakan sesuatu yang penting di ponselmu, lalu tiba-tiba terdistraksi dengan notifikasi grup WhatsApp teman sepermainanmu, begitu dibuka… duh! Ternyata isinya hanya mengomentari berita artis yang sedang viral. Lalu tanpa sadar, kamu ikut berkomentar di obrolan grup hingga lupa dengan tugas yang kamu kerjakan.

Obrolan yang sia-sia atau vain talk ternyata sangat menghambat produktivitasmu. Baik obrolan yang memicu perbuatan dosa seperti ghibah, maupun diskusi biasa yang mengalihkan fokusmu. Karena, terkadang kita sepenuh hati melakukannya. Eh, tiba-tiba sudah berlalu sepuluh menit saja. Hati-hati! Lidah itu organ yang unik, meski ia kecil tapi efeknya bisa jadi besar. Di zaman teknologi ini, mungkin tak hanya lidah yang berbahaya. Tetapi juga jari jemarimu yang leluasa scrolling di layar ponsel.

Baca Juga:  Melaksanakan Itikaf di Masjid #30KebaikanRamadhan

Lalu, gimana caranya supaya bisa melawan pembicaraan yang sia-sia ini?

Allah membenci ghibah

Ketika kamu berada di situasi seperti itu, segeralah ganti topik pembicaraan atau tinggalkan! Bagaimana kalau kita membicarakan tanda-tanda kebesaran Allah daripada membicarakan orang lain? Mengapa kita tidak melakukan hal lain saja yang berguna? Lagipula, Allah telah mengatakan buruknya bergosip di Surat Al-Hujurat ayat 12,

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Abaikan!

Kita cenderung menyebarkan sebuah berita terlebih dahulu sebelum tabayyun. Padahal, hal itu sangat berbahaya. Nah, ketika kamu mendapat atau membaca kiriman berita yang belum pasti kebenarannya, pikirkanlah tiga hal ini:

  1. Apakah berita itu bagus?
  2. Apakah berita ini bermanfaat?
  3. Apakah berita ini benar?
Baca Juga:  Menghubungi Sanak Keluarga #30KebaikanRamadhan

Jika ketiga jawabannya negatif, nggak usah mikir lama lagi, tinggalkan!

Diam lebih baik

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ingatlah, pembicaraan buruk itu datang dari setan. Tapi, jika kamu merasa mampu untuk menutup pembicaraan atau menggantinya dengan topik yang bermanfaat, lebih baik dicoba!

Lihat dengan siapa kamu berteman

Rasulullah SAW bersabda, “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Cobalah untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan obrolan sia-sia. Atau, jadilah proaktif dan mencegah kemunculan obrolan sia-sia sedari awal.

Yuk, mari sama-sama kita jauhkan gossip demi menjadi muslim yang produktif!

sumber: productivemuslim.com


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar