fbpx
Yawme

Pentingnya Moral dalam Produktivitas

Bagikan Kebaikan:

Tak hanya ibadah mahdhoh, Allah juga memerintahkan manusia untuk menerapkan nilai moral di kehidupan. Lalu, apa hubungannya moral dengan produktivitas?


Bagikan Kebaikan:
Bagikan Kebaikan:

Assalamu’alaikum, Yawmate!

Kamu pernah nggak sih ngerasa capek, stres, atau bahkan frustasi pas lagi ngerjain tugas? Padahal, makan dan tidurmu sudah sesuai dengan yang kamu butuhkan. Duh, kira-kira kenapa ya?

Menurut Mohammed Faris di buku The Productivity Muslim, kita rentan mengalami itu karena kita belum menanamkan nilai-nilai Islam pada seluruh lini aktivitas kita. Sst, Allah tak hanya memerintahkan kita untuk mengerjakan ibadah mahdhoh saja, tapi juga nilai moral yang harus diterapkan di kehidupan. Hebatnya, nilai-nilai itu tak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi masyarakat luas!

Memangnya seperti apa nilai-nilai yang diajarkan Islam? Wah, tentu sangat banyak! Keikhlasan, amanah, kejujuran, keadilan dan lainnya yang sudah familiar di telinga kita termasuk dalil yang menjadi landasannya.

Dalam QS Al-Anfaal ayat 27, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Belajar dari Umar bin Abdul Aziz

Kamu tahu nggak? Pada zaman Kekhalifahan Umayyah, ada seorang pejabat daerah datang menemui Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan bertanya tentang keadaan negara. Kemudian, pejabat daerah itu bertanya tentang kabar keluarga Khalifah. Sebelum menjawab, Khalifah Umar meminta salah seorang pelayannya untuk mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu kecil. Lho? Ngapain dimatikan? Pejabat daerah itu pun bingung.

Baca Juga:  Berkunjung ke Rumah Teman atau Saudara #30KebaikanRamadhan

Lalu, Umar bin Abdul Aziz menjelaskan bahwa lampu kecil itu adalah miliknya sendiri yang dibeli dengan hartanya, sedangkan lampu yang dimatikan adalah lampu yang dibeli dengan harta negara yang hanya dipakai untuk urusan negara, bukan untuk urusan pribadi seperti membahas persoalan keluarga. Masya Allaah!

Lalu apa?

Sikap amanah, kesederhanaan, dan kehati-hatian Khalifah Umar bin Abdul Aziz harusnya jadi contoh buat kita ketika mendapat amanah. Ia sadar bahwa amanah itu datang dari Allah, Allah melihatnya, dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hari akhir. Nah, apakah saat ini kita sudah sepenuhnya sadar bahwa Allah Maha Tahu apa yang kita kerjakan?

Sayangnya, saat ini masih ada orang-orang yang memaksakan dirinya untuk bekerja hanya untuk kepentingan dunia. Bisa-bisa, mereka rela melakukan apa saja untuk meraih tujuannya! Fenomena korupsi yang marak pun tak lain karena abainya mereka dengan nilai-nilai Islam. Serem gak tuh? Meskipun semua keinginannya tercapai meski dengan cara yang salah, apakah dapat disebut produktif? Nggak dong, karena dia melupakan hakikat dirinya sebagai hamba Allah.

Baca Juga:  Komunitas Muslimah is Here!

Poinnya adalah, semakin kita memerhatikan nilai-nilai yang Islam ajarkan dan mengaplikasikannya pada kehidupan, semakin banyak hal baik yang bisa kita berikan ke orang lain. Hal-hal baik yang kita kasih bisa jadi meningkatkan produktivitas diri dan orang lain, juga menjaga martabat manusia. Sebaliknya, semakin kita mengabaikan nilai-nilai Islam, kita dapat menyakiti diri sendiri dan orang lain, juga tidak mendapatkan berkah dari apa-apa yang kita kerjakan.

Coba bayangin, kalau seluruh pejabat pemerintahan di Indonesia bersikap sederhana, jujur, dan amanah seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz, bukankah kita sebagai rakyat juga merasakan manfaatnya?

Maka dari itu, janganlah meremehkan nilai-nilai moral yang Islam ajarkan. Hal-hal tersebut mungkin hal yang terlihat kecil, namun dampaknya dapat melebihi yang kita kira!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar