fbpx
Yawme

Ummu Athiyah, Teladan Mengambil Peran

Bagikan Kebaikan:

“Galau?” kurang-kurangin yuk millenials! Iya, mungkin karena ciri khas aku, kamu dan kebanyakan yang membaca tulisan ini sebagai millenials adalah ekspresif.

Susah senang kita tumpahkan ke dunia maya. Medsos jadi tempat curhat dadakan, pelampiasan baper tak berkesudahan. IG Story dan timline di Line jadi media yang cucok! Dapat comment dan like bikin hati tak karuan. Pernah merasakan?

Aduh, jadi malu sama Ummu Athiyyah, seorang sahabat Rasul perempuan yang pemberani, mulia dan gigih dalam membela agama Islam! Kenalan lebih dekat dengan Ummu Athiyyah yuk! 

Ia adalah sosok muslimah yang berani mengambil peran. Ia menjadi head of division kebutuhan medis pasukan muslim kala itu dengan mengobati pasukan yang terluka dan merawat yang sakit.

Selain itu ia juga sebagai person in charge alias peje menyiapkan makanan dan minuman untuk kaum muslimin dalam peperangan. Kesadarannya sebagai seorang muslimah tidak menurunkan semangat untuk berjuang, namun dirinya malah sibuk mencari peran untuk menorehkan warisan dalam sejarah.

Baca Juga:  Selamatkan Temanmu Dengan Nasihat Kebaikan

Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa Ummu Athiyyah tak pernah absen di tujuh perang bersama Rasulullah dan para sahabat! Kisah heroiknya yang terkenal saat berhasil ikut mengusir pasukan musuh di perang Uhud saat pasukan muslim terpukul mundur.

Kalau dianalogikan dengan generasi Millenials dan zaman sekarang, dalam kisah fiksi, mungkin mirip tokoh Sakura Haruno dalam komik Naturo! Pasti Yawmate pernah baca komiknya atau nonton filmya!

Dalam komik, Sakura sibuk dengan kegiatannya yang super padet, terkenal sebagai seorang ‘ninja medis’ karena memiliki kemampuan medis yang mempuni, diakui sampai keluar desa Konoha!

Itu kisah fiksi, nah dalam kisah nyata, keberanian Ummu Athiyyah mirip kisah gadis Palestina yang baru berusia 21 tahun namun berani mengambil peran hingga mengantarkannya syahid saat hendak menolong korban yang terluka.

Siapa lagi kalau bukan Razan An-Najjar yang berjuang di divisi medis pada peristiwa March of Return. Namanya terukir abadi sepagai pejuang kemanusiaan! Kata-katanya yang terekam dihati rakyat Palestina bahkan Dunia, “Saya akan merasa sangat malu kalau saya tidak ada untuk membantu warga Palestina. Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya untuk ada di sini dan membantu mereka yang terluka.“

Baca Juga:  5 Dhuafa Kaya Raya

“Masih galau juga?!” delete perasaan galaumu yuk millenials! karena jalan hidup kita masih puaaannjaang. Mending energimu dioptimalkan untuk hal-hal yang positif dan asah terus pikiran dengan mempelajari banyak ilmu baru!

Diusia yang banyak orang sebut sebagai quarter life crysis, mungkin cita-cita hidup masih kita cari. Namun dengan ngga pernah menyerah untuk mencari, membangun passion dimana kita dapat mengambil peran dan berinisiatif menemukan solusi untuk masyarakat, merupakan perjuangan yang bisa kita lakukan sekarang ini! Yawmate, yuk kita jadi anti mainstream millenials! 

Dengan meneladani Ummu Athiyyah yang berani mengambil peran!


Bagikan Kebaikan: