fbpx
Yawme

Boleh Nggak Sih Kita Kecewa Sama Allah?

Bagikan Kebaikan:

Pernah nggak kesel sama Allah? Udah belajar sehari semalaman, rutinkan tahajjud dan dhuha, tilawah satu juz per hari, udah puasa daud, udah dapet restu orang tua… Eh, tapi masih gagal seleksi universitas.

Atau udah siap-siap pergi ke kajian, udah rapi, eh tiba-tiba di tengah jalan hujan deras dan kecipratan air becekan dari lajur sebelah. Huft, besok-besok nggak usah berangkat kajian lagi deh!

Seringkali ketika kita mendapatkan apa-apa yang sesuai sama ekspektasi kita, kita langsung banyak bersyukur dan muji-muji Allah: Allah baik banget sama aku hari ini, alhamdulillaah. Tapi gimana ketika hari kita hancur berantakan, nggak sesuai sama apa yang kita siapkan tadi pagi? Ah, kayaknya emang Allah menakdirkan aku untuk nggak sukses hari ini. Kemudian, kita suudzan sama Allah, mempertanyakan keadilan-Nya.

Yawmate, pernah tahu kisahnya istri Nabi Zakaria AS, Isya binti Faqudza? Ketika Nabi Zakaria diutus untuk Bani Israil, sedikit sekali yang akhirnya memeluk Islam. Salah satu dari yang sedikit itu adalah Isya binti Faqudza dan Nabi Zakaria memutuskan untuk menikahinya. Bertahun-tahun pernikahan, mereka belum dikaruniai buah hati. Padahal, umur Isya sudah 80 tahun dan sudah melewati masa menopause. Isya binti Faqudza amat sedih melihat suaminya, Nabi Zakaria ingiiiin sekali punya anak yang bisa meneruskan dakwahnya.

Baca Juga:  Mengundang Keberkahan Waktu

“Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’qub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.” (QS. Maryam: 4-6)

Begitu doanya kepada Allah, sama sekali nggak ada rasa menyesal, mengeluh, kecewa, apalagi menyalahkan-Nya. Dengan kuasa-Nya, Allah meniupkan ruh Nabi Yahya ke dalam rahim Isya, seorang wanita tua renta yang mandul. Masya Allah!

Puluhan tahun menunggu tentunya bukan hal yang mudah, bukan? Coba lihat ke diri kita sendiri, apa cobaan hidup kita udah sebesar Nabi Zakaria? Jauuuuuh sekali rasanya kalau dibandingkan. Tapi, mengapa kita seolah-olah merasa menjadi manusia paling melarat di dunia?

Belajarlah pada kisah Nabi Zakaria dan istrinya. Bagaimana pun kondisi kita sekarang, pokoknya yakin aja sama Allah dengan terus berusaha dengan maksimal. Jangan kecewa, kesal, apalagi berprasangka buruk sama Allah, ya!

Baca Juga:  Ghouta Terluka, Akankah Kita Diam?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar