fbpx
Yawme

Awas, Jangan Telat Shalat!

Bagikan Kebaikan:

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

Jam sudah menunjukkan waktu Dzuhur. Sebuah pop-up pengingat shalat dari Yawme nongol di smartphone-mu. Sedangkan kamu masih sibuk dengan tugas-tugasmu, menatapi layar laptop dengan serius, bahkan ketika adzan selesai pun tidak berdoa.

“Ah… Sepuluh menit lagi deh. Tunggu iqamah.”

Iqamah berkumandang, kamu segera berlari ke masjid terdekat. Lagi-lagi, kamu menempati shaf paling belakang untuk yang kesekian kalinya.

Duh… mau sampai kapan seperti itu?

Tahu nggak? Keterlambatanmu dalam shalat ternyata mencerminkan karaktermu. Mencerminkan bahwa kamu tidak disiplin dan tidak tahu prioritas hidupmu. Padahal, sebagai seorang muslim mestinya tahu seberapa pentingnya shalat. Bahkan, shalat menempati posisi kedua dalam rukun Islam!

Hasan Al Bashri berkata,

“Jika shalat menjadi prioritas kita yang terakhir, kemudian apa yang menjadi prioritas pertama kita? Semakin banyak usaha kita memperbaiki shalat, hidup kita akan berangsur membaik. Tidakkah kita tahu jika shalat berbanding lurus dengan kesuksesan: ‘menuju Shalat, menuju sukses’. Bagaimana kita bisa meminta pertolongan Allah untuk sukses, ketika kita tidak memberikan hak Allah?”

Jika kamu merasa Allah tak juga memberi apa yang kamu doakan, coba lihat shalatmu: apakah masih suka ditunda-tunda?

Baca Juga:  Jangan Dilanjutkan Tidur Lagi

Sebenarnya apa sih yang membuat kita suka terlambat shalat?

Kurang Memahami Allah

Bayangkan, kamu lagi asyik santai di rumah. Tiba-tiba kamu ditelepon rektor untuk segera menemuinya. Bukankah kamu akan langsung menemuinya dan mengenakan pakaian yang pantas? Lalu bagaimana dengan Allah?

Jika kamu benar-benar mempercayai Allah dan rasul-Nya, mempercayai bahwa Allah-lah yang memberikanmu segala nikmat kehidupan, kamu akan merasa perlu untuk menemui-Nya lima kali sehari dalam shalat. Pahamilah kedudukan Allah dan khusyuklah dalam shalat!

Tidak Menghargai Pemberian Allah

Kalau kamu dikasih kado sama seseorang, bagaimana responmu? Apakah kamu akan menghargai atau mengabaikannya?

Di antara seluruh perintah, shalat-lah satu-satunya kewajiban yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasululllah SAW di surga saat perjalanan Isra Mi’raj. Seakan-akan shalat adalah sesuatu yang sangat penting dan Allah ingin memberinya langsung kepada Nabi Muhammad, tidak melalui malaikat Jibril. Nah, masih mau mengabaikan hadiah dari Allah?

Tidak Memahami Hubungan Shalat Dengan Rezeki

“Ntar dulu deh shalatnya, nunggu rapatnya selesai.”

“Shalat di kos aja deh, sebentar lagi juga kuliahnya selesai.”

Hayo, apakah kamu pernah seperti itu? Menunda shalat karena menganggap yang kamu kejar saat itu adalah kebaikan yang lebih baik dari shalat?

Baca Juga:  Hari Gini Masih Percaya Ramalan? Hati-hati!

Yang perlu kamu sadari adalah ketika kamu terlambat shalat, Allah akan menghapuskan berkah dari apa yang kita dapat ketika kita melalaikan shalat. Allah berfirman pada Surah Thaha ayat 132;

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

Nah, sekarang masih mau melalaikan shalat? Apa kamu mau capek-capek bekerja, berusaha seproduktif mungkin, tapi tidak berkah karena tidak memenuhi hak Allah?

Sumber: productivemuslim.com


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar