fbpx
Yawme

7 Keutamaan Menuntut Ilmu Agama

Bagikan Kebaikan:

“Ma, kamu kalau sahur biasanya jam berapa?” tanya Ami.
“Jam 3, Mi. Habis itu aku tidur sampai Shubuh.” jawab Yauma.
“Wah, pagi banget! Padahal ya, Ma, sahur itu sunnahnya diakhirkan, dekat-dekat imsak gitu,” jelas Ami.
“Oh, iya? Wah, aku nggak tau tuh!”
“Besok ada kajian tentang sunnah puasa, ikut aku yuk?” ajak Ami sambil tersenyum.

Yawmate, pernah nggak kalian berada di posisi Yauma? Kadang kita ingin mengerjakan suatu ibadah, tapi kita belum begitu paham tata caranya. Padahal, dalam melakukan segala kegiatan di dunia ini Allah sudah memberikan panduan yang sangat lengkap supaya kita tidak salah langkah. Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mempelajari ilmu-ilmu yang Allah berikan kepada kita. Sebenarnya apa sih keutamaan menuntut ilmu agama?

Dimudahkan Jalan Menuju Surga

Rasulullah SAW bersabda,

 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). 

Baca Juga:  Kenali Karaktermu, Belajar dari Bunda Khadijah

Ilmu Adalah Warisan Para Nabi

عُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297).

Tidak Terputus Amalnya

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

 “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya” (HR. Muslim).

Perintah Allah Kepada Rasulullah SAW

Allah berfirman:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

 “Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu“. (QS. Thaaha: 114).

Dikehendaki Kebaikan

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037).

Baca Juga:  7 Indikator Kebahagiaan Menurut Alquran

Menjadi Orang Yang Paling Takut Kepada Allah

مَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).

Diangkat Derajatnya Oleh Allah

Allah SWT berfirman,

 …يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Masya Allah! Ternyata banyak sekali manfaat yang akan kamu rasakan dalam menuntut ilmu. Jadi, apa kamu sudah siap untuk menjadi lebih rajin dalam menuntut ilmu agama? Bismillaah!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar