fbpx
Yawme

5 Dhuafa Kaya Raya

Bagikan Kebaikan:

‘Cicak di dinding, diam-diam merayap.. Datang seekor nyamuk. Hap! Lalu ditangkap.’ Yawmate, sadar ngga kalau lagu ini menjelaskan pada kita bahwa Rezeki itu yang mendatangi kita. Caranya bagaimana, Allah yang atur.

Bahkan seekor cicak yang tidak bisa terbang, didatangi oleh nyamuk (rejekinya) yang punya sayap. Begitupun dengan hamba Allah ini yang menginspirasi kita, bahwa Allah akan mampukan siapa saja yang berazzam untuk berkurban. Caranya itu urusan Allah. Ini dia kisahnya

1. Acoy
Mungkin inilah bukti kekuatan doa. Acoy, seorang pemulung di daerah kumuh dekat Pasar Kembang Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jawa Barat senantiasa berdoa agar dapat berkurban sejak lama.

Doa itu Allah kabulkan pada tahun 2012, malam hari sebelum hari raya ada seorang dermawan yang datang kerumah Acoy untuk membelikan kambing kurban.

Awalnya ia kira kambing kurban itu untuk disembelih dekat rumahnya, tapi ternyata kambing itu untuk dirinya agar ia bisa berkurban. Alhamdulillah, keinginannya setelah bertahun-tahun akhirnya terwujud.

Nah Yawmate, barangkali kita adalah Dermawan yang ditunjuk  Allah menjadi jalan rezeki kurban bagi Acoy-acoy yang lain.. Yawme membuka kesempatan bagi kamu yang ingin bersedekah kurban mulai dari Rp50,000. Yawmate bisa bersedekah di sini

2. Yu Timah
Niat yang kuatlah yang bisa membuat seorang penjual nasi bungkus asal Kebumen, Jawa Tengah pada Idul Adha 2014 lalu mampu membeli seekor kambing untuk berkurban.

Baca Juga:  Ummu Athiyah, Teladan Mengambil Peran

Dialah Yu Timah, perempuan berusia 60 tahun. Rumahnya yang hanya berdinding bambu dan beralaskan tanah tak menyurutkan niatnya untuk bisa berkurban.

3. Sahati
Dalam benak kita mungkin hal yang mustahil untuk berkurban bagi seseorang yang penghasilannya hanya dari menjual plastik, botol dan barang-barang bekas lainnya.  Tapi tidak untuk Sahati, perempuan berumur 63 tahun asal kampung Kuta, kota Sukabumi.

‘Pokoknya saya pingin kurban. Saya selalu sisihkan hasil keringat saya, meskipun cuma Rp. 500 atau Rp. 1000.’ Ungkap Sahati.

Sudah hampir tujuh tahun Sahati menabung. Tentu bukanlah waktu yang singkat, dibutuhkan niat dan usaha yang kuat. Ia pun berhasil membeli domba untuk berkurban.

4. Mak Yati
Kisah ini mungkin membuat kita semakin malu karena masih minim usaha dalam berkurban. Seorang pemulung botol bekas sekitar Tebet yang biasa disapa Mak Yati berkurban dua ekor kambing ke Masjid Al Ittihad pada Idul Adha tahun 2012. Ya, tidak tanggung-tanggung, langsung dua ekor kambing!

Dengan menumpang bajaj Mak Yati mengantar hewan kurbannya menuju Masjid Al Ittihad. Hal ini membuat pengurus masjid terharu.

Baca Juga:  H-70 Ramadhan: Bersiap Menambang Berkah

‘Kita nggak nyangka Mak Yati bawa kambing malam itu, ya kita terharu lah. Orang sehari-hari dia cuma mulung, tapi punya niat untuk menyumbangkan hewan kurban.’ Kata Syaiful, pengurus masjid

Begitulah Mak Yati, keterbatasan bukan menjadi alasannya untuk tidak dapat berkurban.

5. Bambang

Penarik becak asal Purworejo, Jawa Tengah, pada Idul Adha tahun 2013 membuat geger para tetangganya. Apa sebab? Ia berkurban seekor sapi! Melihat profeisnya hanya tukang becak tentu sulit dipercaya.

Bambang telah menabung selama lima tahun, sedikit demi sedikit uang pun terkumpul dan cukup untuk membeli seekor sapi. Hal ini membuat keluarga dan tetangganya ikut senang dan bahagia.

Luar biasa ya, Yawmate kisah-kisah diatas! Kalau yang dalam segala keterbatasan saja tetap berusaha untuk berkurban, lalu bagaimana dengan kita, Yawmate, yang diberi kecukupan? Harus lebih berusaha lagi tentunya!

Semoga kisah-kisah diatas dapat menjadi motivasi bagi kita ya untuk berkurban walau ditengah segala keterbatasan. Jika belum ada kemampuan, kamu tetap bisa meraih keutamaan sedekah dengan patungan sedekah kurban mulai dari Rp50,000. Yawmate bisa bersedekah di sini

Lihat dan komentar video artikel ini di instagram Yawme @meetyawme


Bagikan Kebaikan: