fbpx
Yawme

4 Mitos Tentang Produktivitas

Bagikan Kebaikan:

Kamu akan dikatakan muslim produktif jika bisa mengatur energi, waktu, dan fokusnya untuk mencapai tujuan yang bermanfaat dan sesuai dengan syariat Allah. Namun, ternyata masih ada juga lho orang-orang yang masih beranggapan kurang tepat tentang produktif. Hati-hati! Anggapan yang salah ini bisa-bisa malah menjadikanmu pribadi yang jauh dari kata produktif. Apa saja ya?

Produktif = Sibuk

Orang yang sibuk belum pasti produktif. Kok bisa? Iya, kalau kamu sibuk dengan aktivitas yang tidak membuatmu selangkah lebih maju ke tujuanmu. Faktanya, orang-orang yang produktif tidak terlihat stress dan juga tidak terlalu sibuk. Orang-orang yang produktif menyelesaikan segalanya tepat waktu dan masih bisa beristirahat.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya aku benci kepada seseorang yang menganggur, tidak bekerja untuk kepentingan dunia juga tidak untuk keuntungan akhirat.” 

Gak mau kan dibenci Rasulullah SAW? Sibukkanlah dirimu dengan hal-hal bermanfaat yang menambah keimanan.

Produktif Mendadak

Tidak ada produktivitas yang datang secara tiba-tiba. Bahkan, produktivitas itu butuh waktu lama, lho! Nggak cukup satu-dua bulan, mungkin bisa sampai bertahun-tahun. Karena, produktivitas adalah membuat pilihan-pilihan cerdas secara kontinyu hingga menjadi sebuah kebiasaan dan gaya hidup. Ingat, produktif bukanlah sebuah kejadian.

Baca Juga:  Menghubungi Teman Lama #30KebaikanRamadhan

Produktif Itu Membosankan

Kalau kamu menganggap orang produktif itu anti sosial dan tidak bisa me-time, kamu salah besar! Orang yang produktif adalah orang yang pandai membagi waktu. Tahu kapan harus serius dan relaks, dan tahu kapan harus have fun dan bekerja keras. Nah, bagaimana denganmu?

Produktif Nonstop

Kalau setelah berhasil produktif tiba-tiba kamu nggak produktif lagi, tenang saja! Jangan merasa sedih, tidak puas, atau kecewa. Ingat, kamu bukanlah mesin yang bisa bekerja tanpa henti dalam kecepatan dan tingkat produktivitas yang tinggi. Beristirahatlah, tapi jangan terlalu lama ya!

Apa yang ada di benak kalian setelah membaca penjelasan di atas? semoga kamu tidak lagi terjebak dalam kesalahpahaman tentang produktivitas dan mulai melatih diri untuk produktif!


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar