fbpx
Yawme

2 Kisah Menarik Di Balik Kalimat ‘Insya Allah’, Sudah Tahu?

Bagikan Kebaikan:

Dalam menjalani kehidupan, kita sering banget mengikat janji dengan orang lain. Misalnya, janji akan datang tepat waktu, janji membayar hutang, janji ketika pelantikan organisasi, dan janji-janji lainnya. Padahal kita nggak tau, apakah Allah masih memberi kita umur pada waktu yang kita janjikan? Itulah kenapa Allah melarang kita untuk berjanji dalam QS Al Kahfi ayat 23-34,

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.”

Janji Nabi Sulaiman

Dulu, Nabi Sulaiman ‘Alaihissalaam pernah berjanji bahwa ia akan mendatangi ketujuh puluh istrinya satu per satu, dengan tujuan agar mereka melahirkan anak laki-laki yang akan berjuang di jalan Allah. Malaikat sudah mengingatkannya untuk mengatakan ‘Insya Allah’ tapi tidak diturutinya. Akhirnya, hanya satu orang istri yang mengandung dan melahirkan setengah manu­sia!

Baca Juga:  Meminta Nasihat Kepada Teman #30KebaikanRamadhan

Janji Rasulullah SAW

Masih ada satu kisah lagi! Ketika Rasulullah ditanya tentang kisah Ashabul Kahfi beliau mengatakan, “Besok aku akan menjawabnya.” Esoknya, wahyu nggak turun-turun bahkan sampai 15 hari. Kebayang kan gimana bingungnya? Udah janji, tapi ternyata yang dijanjikan nggak datang. Itulah namanya kehendak Allah. Tanpa wahyu, para nabi nggak akan tau hal-hal yang gaib, termasuk waktu yang akan datang. Apalagi kita yang cuma manusia biasa?

Nah, sekarang kita bisa lebih paham kenapa kita nggak boleh asal berjanji. Insya Allah itu janjinya orang muslim. Bukan dengan bersumpah, apalagi janji palsu. Hmm, tapi sekarang banyak sekali fenomena mengucap ‘Insya Allah’ hanya karena nggak berani berkata tidak atau untuk cari aman aja. Sst, hati-hati! Mengingkari janji adalah salah satu ciri orang munafik, nggak mau kan?

Makanya, banyak yang bilang bahwa ‘Insya Allah’ itu 99% iya. Berarti kita menyanggupi selama Allah nggak menghendaki. Semoga kamu nggak termasuk orang-orang yang menggunakan ‘Insya Allah’ untuk meningkari janji ya, tapi gunakanlah kalimat itu sesuai dengan maknanya!

Baca Juga:  Selamatkan Temanmu Dengan Nasihat Kebaikan

Sumber kisah: Tafsir Ibnu Katsir.


Bagikan Kebaikan:

Faizah Amhar